Quick Count: Kang Dada Memimpin

Bisa disimak di sini..

Dan di sini..

Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung Kang Dada.. Suara Anda telah menjadi amanat yang nyata.. Mari wujudkan Bandung yang diimpikan semua masyarakatnya!

Penetapan dan pengumuman pasangan terpilih Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2008 insya Allah akan dilakukan pada 16 Agustus 2008, kita tunggu tanggal mainnya!

tahapan-program-dan-jadwal-waktu-pilkot-bdg2

Jangan Biarkan Golput Menang di Pemilu Walikota Bandung 2008!

Ini adalah surat undangan dari Kang Dada bagi seluruh masyarakat Bandung untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) terdekat pada tanggal 10 Agustus 2008. Pertanyaannya adalah, mengapa surat undangan ini beliau layangkan? Agar masyarakat Bandung tergerak untuk memilih beliau? Bukan itu!

KOta Bandung memiliki 1.984.744 jiwa penduduk, tidak kesemuanya memiliki hak untuk memilih walikota dan Wakil Walikota Bandung yang baru secara langsung pada hari Minggu (10/8). Tersebut bahwa pada hari itu, tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota akan memperebutkan suara masyarakat Bandung untuk melanggengkan jalan mereka menuju kursi pimpinan daerah kota Bandung.

Dibandingkan dengan pemilu Gubernur Jawa Barat kemarin dimana terkumpul 27.972.924 suara dari 63.005 TPS, pemilu Walikota Bandung seakan hanya sebuah jarum pada setumpuk jerami. Dengan jumlah suara yang diperebutkan tak akan mungkin menembus angka 1 juta, sungguh sedemikian kecil. Itulah sebabnya setiap suara dari rakyat Bandung menjadi lebih sangat berarti lagi pada pemilu ini, sebab pemilihan umum yang akan menentukan nasib seluruh warga Bandung, akan berada di tangan para pemilih pada saat kertas suara dicoblos. Sayangnya, berdasarkan prediksi dari riset yang telah dijalankan oleh Lingkaran Survei Indonesia, sebanyak kurang lebih 35,7% pemilih berpotensi untuk tidak menggunakan hak pilihnya!

Untuk alasan itulah, hendaknya semua warga Bandung yang memiliki hak pilih memanfaatkan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya pada pemilu ini. Sebab ini adalah kesempatan yang hanya sekali dalam lima tahun, dan dampak yang ditimbulkannya dapat sangat besar terhadap keseluruhan kota Bandung maupun warganya. Janganlah sampai menyesal di tahun-tahun kemudian, jangan sampai suatu saat baru merasa Bandung dipimpin oleh pemimpin yang salah, karena tidak menggunakan hak pilih pada hari Minggu ini. Jangan biarkan golput menang di Pemilu Walikota Bandung 2008, gunakan hak pilih Anda dengan bijak!

Prediksi LSI: Kang Dada Walikota Bandung 2008-2013

Sungguh merupakan sebuah berita yang menyenangkan ketika mengetahui bahwa berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Kang Dada Rosada diprediksikan akan memenangi pemilihan umum langsung Walikota Bandung 2008-2013. Walaupun didukung oleh banyak kalangan, namun Kang Dada tetap rendah hati dan menjalani persiapan pemilu ini dengan hati-hati, karena setiap suara dari masyarakat sangatlah berharga. Prediksi dari LSI ini seakan menjadi sebuah penghargaan bagi Kang Dada, dan juga seluruh pihak pendukung Kang Dada yang telah bekerja keras selama beberapa bulan ini.

Prediksi LSI

Prediksi LSI

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) adalah sebuah lembaga jajak pendapat dan konsultan politik, yang dikelola Denny J.A. LSI telah meraih lima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Penghargaan tersebut mencakup lembaga riset yang quick count (hitung cepat)-nya “paling presisi”, lembaga riset yang paling banyak melakukan prediksi dengan akurasi 100 persen dalam satu bulan, dan konsultan yang paling banyak memenangi pemilihan kepala daerah dalam satu bulan.

LSI secara periodik melakukan survei nasional (dengan populasi dan sampel yang diambil dari seluruh Indonesia), tiap tiga bulan sekali. Dalam survei ini, Lingkaran Survei Indonesia mendeteksi pendapat dan aspirasi masyarakat Indonesia atas berbagai isu aktual. Selain survei nasional, Lingkaran Survei Indonesia juga banyak melakukan survei di level Kabupaten / Provinsi. Sejak dimulainya musim pemilihan kepala daerah langsung 2005, Lingkaran Survei Indonesia telah membuat prestasi. Tidak kurang 12 provinsi telah disurvei dan 110 kabupaten / kota telah dilakukan riset tentangnya (tercatat sebagai Rekor MURI 2005). Hingga akhir 2006, Lingkaran Survei Indonesia telah mengerjakan survei kepala daerah di lebih dari 200 wilayah di seluruh Indonesia. Bukan hanya jumlah survei. Lingkaran Survei Indonesia juga membuktikan survei yang dikerjakan akurat dan prediksi benar. Lingkaran Survei Indonesia juga mengerjakan survei untuk partai politik, organisasi dan departemen pemerintah serta lembaga-lembaga donor.

Survei ini dilakukan pada 1-4 Agustus 2008, dengan metode ‘multistage random sampling’, dan jumlah responden awal 440 responden, dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Adapun besar galat untuk survei ini adalah sebesar ± 4.8%. Menjawab pertanyaan pertama, siapakah yang akan Bapak/Ibu pilih sebagai Walikota Bandung 2008-2013, sebesar 64,5% responden menjawab akan memilih Kang Dada, sementara 12,5% memilih Taufikurrahman, 3,2% memilih Hudaya, dan sisanya menjawab ‘tidak tahu’. Akan halnya untuk pertanyaan, seandainya pemilu Walikota Bandung akan dilangsungkan hari ini, siapakah yang akan Bapak/Ibu pilih, sebanyak 57,0% menjawab akan memilih Dada-Ayi, 10,5% akan memilih Trendi, 2,3% akan memilih Nahadi, dan sisanya menjawab ‘tidak tahu’. Dalam hasil survei tersebut juga disebutkan, Kang Dada sangat populer di kalangan pemilih, akan tetapi popularitas Kang Dada sangat lemah di kalangan konstituen Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Walaupun hasil survei ini sangatlah bisa dipercaya, namun ini tidak serta-merta membuat Kang Dada menjadi besar kepala, sebab yang terpenting adalah dukungan yang sebenarnya dari segenap masyarakat Bandung. Untuk itu, tidak bosan-bosannya kami mengucapkan, mohon doa restunya untuk Dada-Ayi sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bandung 2008-2013.

4 Hari Sebelum Pemilu Langsung Walikota Bandung 2008-2013

Empat hari sebelum Walikota Bandung yang baru ditentukan oleh masyarakat Bandung. Tentunya banyak pihak yang berpendapat bahwa Kang Dada akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan jabatannya sebagai Walikota Bandung, apalagi dengan mayoritas partai di DPRD, kecuali Partai Keadilan Sejahtera, mendukung Kang Dada untuk mencalonkan diri kembali. Tentunya Kang Dada tidak ingin mengecewakan semua pihak yang telah mendukungnya, baik di badan pemerintahan, tempat beliau meniti karir selama puluhan tahun, maupun dari kalangan masyarakat Bandung.

Banyak hal yang telah Kang Dada lakukan untuk kota Bandung selama masa kepemimpinan beliau, 2003-2008. Kang Dada telah membangun berbagai infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bandung, salah satu infrastruktur tersebut yang kini bahkan telah menjadi ikon kota Bandung adalah jembatan layang Pasopati. Namun tidak hanya pembangunan secara fisik yang Kang Dada telah bawa kepada kota Bandung, tetapi juga karakteristik masyarakat kota Bandung yang kreatif, ramah, dan agamis. Itulah sebabnya berbondong-bondong wisatawan domestik maupun mancanegara mendatangi Bandung untuk merasakan sejenak begitu menyenangkannya atmosfer kota Bandung, dengan berbagai fasilitas, pemandangan yang indah serta sejuk, dan dengan masyarakat yang begitu ramah.

Bagi Kang Dada, sesungguhnya pembangunan kota Bandung tidak hanya berhenti di sini. Masih banyak tugas yang belum terselesaikan. Banyak masyarakat Bandung yang masih mengeluhkan kemacetan kota Bandung, apalagi masalah sampah yang masih belum ditemui solusinya yang diperburuk dengan masuknya kepentingan oknum-oknum yang ingin memancing di air keruh dengan menjelekkan kinerja Kang Dada dalam penanganan masalah sampah. Hal-hal tersebut sesungguhnya masih menjadi beban yang membayangi pemikiran Kang Dada, beban yang beliau rasa harus diselesaikan, agar tercapai kota Bandung sesuai dengan apa yang beliau visikan, yakni Bandung, kota jasa yang ber-Martabat. Menyelesaikan tanggungjawab, dan lebih banyak berkarya nyata itulah yang menjadi alasan besar Kang Dada untuk maju mencalonkan diri kembali menjadi Walikota Bandung 2008-2013, apalagi dengan pengalaman beliau yang telah dipupuk selama puluhan tahun masa karirnya di Pemerintah Kota Bandung, sungguh sayang untuk di-peties-kan begitu saja.

Kang Dada sedang bercengkerama dengan anak-anak

Kang Dada sedang bercengkerama dengan anak-anak

Namun apapun hasil dari penghitungan suara nanti, sesungguhnya yang utama bukanlah memenangkan pertarungan ini. Adalah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bandung yang semestinya menang dalam pertarungan ini, siapapun pemimpin Bandung nanti. Untuk itu, mohon doa restunya agar dalam sisa hari masa kampanye ini, masyarakat Bandung dapat mendukung secara moral perjuangan Kang Dada, dan mari kita bersama-sama berdoa untuk kemajuan kota Bandung di masa mendatang.

Kepedulian Kang Dada Terhadap Bandung, Kota Kreatif

Tidak salah bila kita berbangga untuk menyebut Bandung sebagai kota kreatif. Berbagai komoditas kreatif sudah menjadi tumpuan perekonomian kota Bandung, semisal Factory Outlet dan Distro dalam industri fashion, lalu berbagai kafe dan restoran dalam industri kuliner, juga berbagai hiburan. Kepedulian dan visi Kang Dada untuk kota Bandung, turut menjadikan kota Bandung seramai kini sebagai kota kreatif. Ke depannya, Kang Dada sendiri memvisikan Bandung sebagai kota jasa yang bermartabat.

Kickfest 2008

Kickfest 2008

Bulan Juli-Agustus ini, kota Bandung akan sangat semarak dengan adanya Helarfest, suatu festival yang bertujuan untuk membangkitkan semangat Bandung sebagai sebuah kota kreatif. Berbagai festival, pameran, pertunjukan musik, workshop, tergabung di dalam Helarfest, untuk dinikmati bukan hanya oleh warga Bandung, tetapi semua yang hendak menjadi saksi kebangkitan Bandung sebagai kota kreatif. Salah satu festival yang telah usai kemarin adalah Kickfest 2008, yang merupakan festival distro yang spektakuler dengan ribuan exhibitor.

Perhelatan Bandung selama bulan Juli-Agustus 2008 ini, dalam Helarfest menunjukkan keberhasilan pembangunan kota Bandung selama 5 tahun masa kepemimpinan Kang Dada. Mari tetap dukung Bandung sebagai kota kreatif terbesar di Indonesia, dukung Kang Dada sebagai Walikota Bandung 2008-2013!

Teori Konspirasi

Wah.. Konspirasi apa nih?

Jangan terkejut dahulu.. Nah, bagi Urang Bandung yang gemar browsing mencari berita di dunia maya, tentu tahu bahwa  Detik Bandung beberapa waktu yang lalu mengadakan polling tentang calon Walikota Bandung pilihan rakyat beberapa waktu yang lalu..

Salah seorang pendukung Kang Dada rupanya mengalamatkan temuannya mengenai peristiwa yang terjadi sehingga Taufikurrahman dapat memenangi polling tersebut..

Berikut penuturannya:

Salah satu bahasan menarik dalam teori relatifitas Einstein adalah bahwa waktu itu (ternyata) relatif. Kalo tidak percaya, tanyakan saja kepada orang yang sedang menunggu jemputan. Buat dia 30 menit menunggu tentu terasa sangat lama sekali. Sebaliknya bila pertanyaan yang sama diajukan kepada anak muda yang sedang asik pacaran tentu jawabannya akan berbeda. Bagi mereka 30 menit rasanya terlalu singkat.

Tapi, tahukah anda bahwa panas yang dihasilkan tubuh kita dalam 30 menit sanggup untuk mendidihkan ½ galon air. Bahkan konon katanya stasiun BBC menayangkan berita tentang robohnya menara WTC 30 menit sebelum insiden sesungguhnya terjadi. Maka dari itu jangan heran kalo kemudian banyak teori konspirasi yang beredar terkait dengan tragedi 11 November tersebut. Yah memang, apabila kita cukup jeli, banyak hal-hal luar biasa yang terjadi dalam interval 30 menit. Salah satunya adalah apa yang terjadi di polling Pilwalkot yang diselenggarakan oleh Detik-Bandung.

Polling Detik

Polling Detik

Bagaimana tidak, jam digital di laptop saya menunjukkan waktu pukul xx:XX ketika perolehan suara pasangan no 1 mengungguli kedua pasangan lainnya (lihat gambar-1). Ketika saya cek lagi pada pukul xx:XX+30, alangkah kagetnya saya mendapati bahwa perolehan suara pasangan no 2 (tiba-tiba) melonjak sedemikian pesat, tepatnya bertambah 30,000 suara (lihat gambar-2). Sungguh “luar biasa”!

Sebagai orang yang mempunyai keingintahuan yang sangat besar, saya jadi penasaran dengan fenomena “luar biasa” ini. Secara statistik sederhana penambahan 30,000 suara dalam 30 menit itu bila dirata-rata artinya dalam 1 menit ada 1,000 orang yang memilih pasangan no 2. Kalau mau ditelaah lebih jauh lagi, dalam satu detik berarti ada 16-17 orang yang memilih pasangan no 2. Secara teknis, ini berarti di satu detik pertama ada 16-17 orang dengan 16-17 komputer/laptop yang mengklik tombol pilih di halaman web polling tersebut. Kemudian tepat satu detik kemudian ada 16-17 orang yang lain dengan 16-17 komputer/laptop yang lain pula, yang mengklik tombol pilih di halaman web yang sama. Dan karena 30 menit itu setara dengan 1,800 detik, untuk mencapai 30,000 suara dalam 30 menit maka hal tersebut di atas harus berulang sebanyak 1,800 kali!!!

Entah kenapa kemudian terbersit di benak saya beberapa teori konspirasi yang mungkin saja terjadi. Salah satunya adalah muncul dalam bentuk pertanyaan sederhana: “Mungkinkah pihak penyelenggara polling telah bekerja sama sedemikian rupa dengan pasangan calon no 2, sehingga apapun yang terjadi pasangan no 2 lah yang pasti menang?” Sebab yang tak kalah aneh lagi, keesokan harinya polling tiba2 ditutup oleh pihak penyelenggara.

Yah namanya juga teori konspirasi, mungkin benar mungkin juga tidak. Dan seperti halnya dengan kasus menara WTC, apa yang sebenarnya terjadi mungkin akan tetap menjadi misteri untuk selamanya. Bagaimana menurut Anda???

Wah.. Kalau sampai sebegitunya mah.. Berarti ada yang benar-benar sieun kalah ku Kang Dada atuh ya..

Seminggu Menuju Pemilu walikota Bandung 2008

Tidak terasa, kini tinggal seminggu menuju pemilihan umum Walikota Bandung langsung yang pertama oleh rakyat, sepanjang sejarah Bandung. Euforia menuju detik-detik di mana masyarakat Bandung dapat menentukan sendiri pilihan pemimpin mereka, sudah mulai terasa. Berbagai sudut Bandung sudah penuh sesak dengan atribut-atribut kampanye: baligo, spanduk, poster, dll.

Coblos Dadanya!

Coblos Dadanya!

Nah, sudahkah Anda menentukan pilihan Anda yang turut menentukan nasib Bandung? Jika belum, Anda dapat mengunjungi situs-situs berikut untuk tahu lebih banyak mengenai keberhasilan dan komitmen Kang Dada dalam membangun Bandung menjadi lebih baik:

http://www.dadakudadamu.com

http://dadakudadamu.blogspot.com
http://rosadadada.wordpress.com

Didukung oleh lebih dari 1 juta masyarakat Bandung yang lainnya, mari kita jadikan Bandung kota yang Bermartabat!
Mari kita turut mendukung Kang Dada Rosada untuk kembali menjadi Walikota Bandung 2008-2013!

PLTSa, Masalah Bagi Kota Bandung?

Sekian tahun sudah rencana Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dilontarkan oleh Pemerintah Kota Bandung, namun realisasinya belum juga nyata di Kota Bandung. Berkat campur tangan oknum-oknum tak bertanggungjawab yang gemar menghasut, sebagian masyarakat Bandung pun menjadi resah dengan rencana pembangunan ini. Padahal, sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena teknologi ini telah teruji di China dan Singapura (negara tempat dilakukannya studi banding, sebenarnya banyak negara maju di Eropa yang juga memiliki instalasi PLTSa yang dikenal dengan nama WTE atau ‘waste-to-energy’). Bahkan Bali telah mendahului Bandung dengan membangun prmbangkit listrik dengan teknologi yang serupa.

Kota Bandung membuang 5000 m3 sampah per harinya.Dari sekian banyak, hanya 2000 m3 saja yang dapat terangkut ke TPA. Bagaimana dengan 3000 m3 yang lainnya? Inilah sumber permasalahan sampah di Kota Bandung, karena kapasitas TPA yang terbatas, sehingga lebih dari separuh volume sampah Kota Bandung tiap harinya diserahkan nasibnya kepada masyarakat. Mungkin hanya sebagian kecil dari sampah ini yang didaur ulang oleh masyarakat yang sadar, tetapi justru banyak sampah yang dibuang ke sungai, dan dibakar, sehingga turut menyumbang polusi udara.

Permasalahan volume sampah Kota Bandung inilah yang berusaha diatasi dengan pendirian PLTSa. Dengan PLTSa, sampah dikurangi volumenya dengan cara insinerasi (pembakaran), pembakaran ini memiliki efisiensi tinggi, dan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dikonversi menjadi bentuk energi listrik. Akan halnya polusi udara yang ditakutkan oleh sebagian masyarakat Bandung, sebenarnya berlebihan, karena asap pembakaran tidak serta-merta dilepas ke udara, melainkan emisinya terkontrol, sehingga emisi yang dibuang melalui cerobong adalah emisi ramah lingkungan. Selain itu, untuk mengurangi polusi akibat emisi tersebut, akan dibuat sebuah area di sekitar PLTSa yang disebut dengan ‘Green belt’ atau kawasan hijau. Di kawasan hijau seluas 600 m2, ditanam lebih dari 100 pohon tanjung yang akan mengurangi polusi udara.

Segala aspek PLTSa sesungguhnya telah direncanakan secara matang melalui kajian secara ilmiah. Maka sebenarnya tidak ada alasan kuat untuk menolak PLTSa sebagai solusi permasalahan volume sampah di Kota Bandung, kecuali apabila terdapat kepentingan politik untuk mencegah Bandung berkembang menjadi lebih baik. Waspdalah..

Bandung 2008-2013: Lebih Hijau

Seringkah Anda mendengar istilah bahwa ‘Pro Kang Dada=Pro PLTSa=Pro Pengrusakab Lingkungan Hidup’ atau berbagai slogan lainnya yang mendiskreditkan Kang Dada? Demikianlah ‘black campaign’ yang acapkali dilontarkan oleh pesaing Kang Dada. Hal itu wajar saja, sebab bagaimanapun juga dengan pengalaman dan pengabdian Kang Dada selama sekian puluh tahun terhadap Kota Bandung, akan menjadi pekerjaan yang berat untuk menyaingi Kang Dada jika sudah menyangkut kapabilitas untuk memimpin Bandung.

Semua slogan negatif tersebut dapat Anda lupakan, karena sesungguhnya, Kang Dada sudah merumuskan program-programnya untuk membuat Bandung menjadi kota yang ramah lingkungan 2008-2013. Bahkan sebenarnya, permasalahan-permasalahan lingkungan Kota Bandung telah dikaji semenjak awal karir beliau sebagai Walikota Bandung tahun 2003. Tahun 2005, hal ini dituangkan dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Bandung 2005-2025. Jadi, tentu tak salah apabila menyerahkan Bandung 2008-2013 untuk dipimpin oleh yang ahli dan berpengalaman, Kang Dada Rosada.

Dalam mewujudkan Bandung yang ramah lingkungan semua program lingkungan hidup dilandasi oleh 5 gerakan, yakni:

  1. Gerakan penghijauan;
  2. Gerakan hemat dan menabung air;
  3. Gerakan Cikapundung bersih;
  4. Gerakan sejuta bunga untuk Bandung;
  5. Gerakan Program P4LH (Penanaman, Pembibitan, Pemeliharaan, dan Pengawasan Lingkungan Hidup); dan Program K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan)

Adapun program Bandung ramah lingkungan, meliputi :

  1. Program sejuta pohon
  2. Program Bandung udara bersih
  3. Program Bandung tertib
  4. Program Bandung berbunga
  5. Program penataan reklame untuk memperbaiki estetika kota dan program penerangan jalan
  6. Program pengembangan kawasan Bandung Barat dan Bandung Timur sesuai dengan RDTRK
  7. Program pemeliharaan dan rehabilitasi taman yang termasuk kawasan lindung
  8. Pengembangan kawasan konservasi dan ruang terbuka hijau
  9. Program bina keluarga untuk lingkungan hidup
  10. Program apresiasi udara bersih
  11. Pembatasan kendaraan bermotor
  12. Program penambahan hutan kota
  13. Program pengelolaan sampah modern
  14. Program penganggulangan banjir
  15. Perbaikan drainase
  16. Pembatasan sumur gali
  17. Kampanye sumur resapan dan pengelolaan sampah
  18. Standardisasi emisi buang motor
  19. Program penanaman pohon di atap-atap gedung bertingkat
  20. Revitalisasi situ-situ yang rusak
  21. Penataan kota yang sesuai dengan tata ruang kota
  22. Pengembangan pemukiman dengan mewajibkan pembuatan situ-situ penampung air
  23. Pengembangan hunian vertikal
  24. Revitalisasi kawasan kumuh menjadi kawasan asri melalui pemberdayaan masyarakat
  25. Memperketat pemanfaatan ruang sesuai dengan fungsinya berdasarkan RDTRK Kota Bandung
  26. Penghijauan Punclut
  27. Pengembangan sistem transportasi kota dan lalu lintas terpadu yang selamat, efisien, nyaman, terjangkau dan, ramah lingkungan
  28. Mempersiapkan organisasi mitigasi bencana, dengan mengembangkan Dinas Kebakaran lebih terpadu

Wah, yang lain mah, mana ada yang sudah sejauh ini persiapannya?

Berkat Masyarakat Bandung, Target Bandung Sehat 2007 Tercapai

Salah satu indikator terwujudnya Bandung sehat 2007, diantaranya dilihat dari umur harapan hidup (UHH) pada 2003 yang mencapai 72,52 dan meningkat perlahan menjadi 72,57 pada 2006. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2006, Angka kematian bayi di Kota Bandung menurun dibandingkan dengan tahun 2002. Untuk mencapai target derajat kesehatan, upaya yang dilakukan diantaranya dengan melakukan penjaringan aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kota Bandung dalam aspek kesehatan. Demi tercapainya cita-cita menyehatkan masyarakat Bandung, maka pemkot Bandung mengadakan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JASMARA) kesehatan yang ditujukan untuk menyamakan persepsi tentang pembangunan kesehatan bagi setiap pihak yang berhubungan dengan sistem pelayanan kesehatan di Bandung. Pelaksanaan kegiatan pengembangan kesehatan terkait bandung sehat 2007, mencakup indikator:

1. Umur Harapan Hidup 74,9 tahun

2. Angka Kematian Bayi 32/1000 kelahiran

3. Angka Kematian Ibu 200/100.000 kelahiran

4. Sarana air bersih 85%

5. Pelayanan ibu dan bayi 85%

6. Imunisasi bayi 95%

7. Balita gizi buruk < 1%, dan

8. proporsi anggaran kesehatan terhadap APBD Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung telah melakukan berbagai terobosan untuk menyukseskan “Bandung Sehat 2007” yakni diawali dengan menciptakan kelurahan sehat, lalu kecamatan sehat, dan akhirnya Bandung Sehat. Misi Bandung Sehat 2007, memenuhi target karena didukung strategi pembangunan kesehatan yang terdiri dari paradigma sehat, yaitu mengutamakan pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Namun penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak saja oleh pemerintah, melainkan juga perlu peran aktif masyarakat dan potensi swasta. Apa pun peran yang dimainkan pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk mandiri mencapai kesehatan, hanya sedikit yang akan dicapai. Keberhasilan Pemkot Bandung adalah keberhasilan masyarakat Bandung!